Pemprov Klarifikasi Pernyataan Minta Warga Sulsel Bertaubat Karena Banyak Dosa
By beritage |
MAKASSAR–Kepala Bidang Humas Dinas Kominfo SP Sulsel, Erlan Triska, angkat…
Thursday, 3 April 2025
GETARBABEL.COM, BANGKA BARAT — Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) Sugito, berkesempatan mengunjungi Wisma Ranggam yang berada di Kota Mentok, Bangka Barat. Kunjungannya ini didampingi Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Babar Hendriwan, dan beberapa jajaran perangkat daerah, pada Rabu (16/10/2024).
Banyak fakta sejarah yang disampaikan tour guide, mulai dari teras wisma yang menjadi tempat berkumpulnya pendiri bangsa menyatukan visi, dimana sang presiden merintang lelah, hingga saksi bisu kisah cinta yang terpisah antara Soekarno dan Ibu Negara, Fatmawati.
“(Wisma Ranggam) salah satu tempat pengasingan para pemimpin bangsa di era kemerdekaan. Artinya, negara dibentuk bukan untuk kelompok tertentu, tetapi dibangun atas kesamaan visi membentuk negara, yang dapat dilihat bagaimana perjuangan mereka sampai kepada kemerdekaan,” ujar Sugito di sela-sela kunjungannya.
Bukti sejarah bangsa yang kaya itu masih berdiri gagah di Mentok. Untuk itu, goresan kisah kemerdekaan diharapkan Sugito dapat terus diturunkan dari generasi ke generasi, agar Indonesia yang terbentuk dari beragam suku, ras, agama tidak kehilangan jati diri, bahwa bangsa berdiri dari sebuah perbedaan, dan dipersatukan oleh perjuangan.
Di Wisma ini juga terungkap fakta sejarah melalui tulisan “Van Bangka Begint de Victorie” (Dari Bangka Kemerdekaan Dimulai). Sepenggal kalimat itu terpampang gagah di bawah replika burung Garuda, lambang negara, di tempat penuh sejarah, tepat di tengah Kota Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar).
Petikan tersebut sebagai bentuk nyata pengakuan Belanda dan dunia atas kemerdekaan Republik Indonesia. Tempat penuh cerita perjuangan, serta bersatunya visi bangsa itu ada di Wisma Ranggam, sebuah bangunan di mana Presiden pertama republik ini, Soekarno beserta petinggi bangsa kala itu diasingkan.
“Kita sebagai generasi harus mampu meneladani atas nilai-nilai kepahlawanan yang diajarkan, tentu disesuaikan dengan situasi kekinian, dalam artian mengisi kemerdekaan bersama generasi muda,” ujarnya.
Ia kembali mengingatkan setiap elemen bangsa, termasuk generasi muda agar tidak berpuas hanya sampai menikmati kemerdekaan saja, tetapi dapat mengilhami nilai perjuangan para pendahulu untuk membangun bangsa yang maju, mencapai negara yang adil, makmur.
“Nlai-nilai perjuangan ini harus terus dibangkitkan, disemangatkan, agar kita tidak lupa sejarah. Generasi muda jangan terputus oleh sejarah, agar mereka punya rasa syukur. Kalau tidak, kita akan kehilangan jati diri bangsa ini,” pungkasnya. (ISR/Diskominfo Babe-Rangga)
Posted in SOSBUD
MAKASSAR–Kepala Bidang Humas Dinas Kominfo SP Sulsel, Erlan Triska, angkat…
GETARBABEL.COM, BANGKA– Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka sekarang sedang dipimpin oleh…
GETARBABEL.COM, BANGKA — Warga Kota Sungailiat mempertanyakan alasan penebangan puluhan…
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan…
GETARBABEL.COM, BANGKA — Sejumlah ASN…
GETARBABEL.COM, BANGKA — Sungguh miris…
GETARBABEL.COM, BANGKA- Kawasan hutan seluas…