Warga Ajukan 2 Tuntutan, Bongkar TI Tower dan Proses Hukum Oknum Terlibat Tambang Kolong Buntu
By beritage |
GETAR BABEL.COM, BANGKA — Kepala Lingkungan (Kaling) Nangnung, Edo Meirdianno…
Thursday, 3 April 2025
Oleh : Abdullah Hehamahua || Penasehat KPK (2005-2013 || Aktivis dan Politikus Islam
ALHAMDULILLAH, tiada bosan-bosannya kita bersyukur ke hadirat Allah SWT. Sebab, hanya atas iradah-Nya, kita memiliki nikmat: iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan sehingga bisa berjumpa lagi dalam seri ke-17 ini.
Dambaanku, subuh tadi, dzuhur, ashar, maghrib, isyak, dan tarawih, kita menjadikan Al-Qur’an sebagai Sumber Hukum. Tolok ukurnya, antara lain: tata cara shaum, ifthar, shaur dan shalat kita seharian tersebut, bersumberkan Al-Qur’an.
Begitu pula dengan cara menggauli isteri, suami, anak-anak, mertua, mantu dan pembantu rumah, sesuai Al-Qur’an.
Penulis, berdasarkan pemikiran, pemahaman, penghayatan, pengamalan, dan perilaku seperti itulah, malam ini mengkomunikasikan subtema: Al-Qur’an sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan
Al-Qur’an, Maha Guru Manusia
Al-Qur’an sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan didasarkan atas banyaknya ayat yang menggalakkan manusia untuk berpikir, merenung, mengamati, meneliti, dan mengkaji setiap ciptaan Allah SWT. Bahkan, Al-Qur’an pertama kali diwahyukan, tidak dengan perintah shalat, shaum, haji, zakat atau ibadah lain. Wahyu pertama, justeru dimulai dengan perintah ”belajar.” Allah SWT berfirman:
Bacalah dengan (menyebut) nama Rabb-mu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabb-mulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan (perantaraan) pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS Al Alaq: 1 – 5).
Penulis, disebabkan ada ribuan ayat tentang ilmu pengetahuan, sedangkan ruang dan waktu terbatas, maka hanya mengkomunikasikan beberapa ayat Al-Qur’an.
1. Proses Pembentukan Alam Semesta
Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas `Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Rabb semesta alam. (Q.S. Al A’raf: 54).
Ayat Al-Qur’an ini dengan tegas membantah pendapat golongan sekuler yang mengatakan, alam semesta lahir dengan sendirinya. Sebab, Allah SWT sendiri Yang mengatakan, menciptakan dan mengelola (memerintah) alam semesta merupakan hak-Nya.
Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Rabb semesta alam”. Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui (Q.S. Fushilat: 9-12).
Ayat ini dengan tegas menyebutkan bahwa Allah SWT menciptakan bumi dalam dua masa. Lalu diciptakan gunung-gunung di atasnya agar bumi tersebut tidak bergoncang. Ayat ini juga membantah pendapat golongan yang mengatakan, tumbuh-tumbuhan sebagai bahan makanan bagi manusia dan hewan, hadir dengan sendirinya.
Ayat-ayat Al-Qur’an sejalan dengan temuan sains, 14 abad kemudian. Hal ini dibuktikan dengan temuan Abbe Georges Lemaitre, seorang kosmolog asal Belgia. Abe, pada tahun 1927, menemukan teori yang dikenal dengan Big Bang (ledakan besar). Menurutnya, alam semesta ini, 15 milyar tahun lalu, berasal dari sebuah gumpalan superatom yang berbentuk bola api, berukuran sangat kecil. Al-Qur’an menyebutnya dengan istilah “ad-duhan” (gumpalan asap yang padat).
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langir berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (keringnya)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan (QS Al Baqarah: 164).
Ayat ini menginformasikan bahwa, Allah SWT yang mengelola dan memelihara bumi dengan cara menurunkan hujan di mana kemudian tumbuh-tumbuhan bisa menghasilkan bahan makanan bagi manusia dan hewan. Bahkan, Allah SWT juga yang membolehkan perahu berlayar di lautan dengan bantuan angin, ciptaan-Nya.
Dahsyatnya, para saintis terheran-heran, menemukan ada dua laut yang berdampingan, tapi satu berasa asin dan lainnya tawar. Mereka adalah samudera Pasifik dan Samudra Atlantik yang bertemu di selat Giblartar di mana satu berasa asin dan lainnya tawar. Allah SWT berfirman:
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.” (QS Al Furqan: 53).
Ayat ini memotivasi para saintis untuk menyelidiki, apa rahasia dari dua laut tersebut. Hasilnya, ditemukan dua teori. Pertama, kepadatan kedua laut tidak sama, sehingga mereka tidak bisa bercampur. Kedua, tingkat kelembaban kedua laut tidak sama sehingga mereka tidak bisa bercampur. Masyaa Allah, terbutki secara sains bahwa, Al-Qur’an adalah Sumber Ilmu Pengetahuan.
2. Proses Kejadian Manusia
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik
Jauh sebelum dunia mengenal ilmu kedokteran, Al-Qur’an telah menjelaskan secara detail, proses pembentukan manusia. Ia dimulai dari air mani sampai menjadi bayi. Pernyataan Al-Qur’an tersebut, ternyata sesuai dengan kenyataan sains yang ada sekarang. Tidak heran kalau buku tentang ilmu kedokteran karya Ibnu Sina, menjadi rujukan mahasiswa kedokteran di Eropa dan Amerika.
3. Pembangunan Keluarga
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Q. S Ar-Rum: 21).
Ayat ini menjelaskan secara sains, mengapa seorang laki-laki mencintai lawan jenisnya sehingga membangun sebuah keluarga.
Simpulan:
1. Mengimani Al-Qur’an sebagai wahyu Allah SWT, harus diikuti dengan pemahaman yang benar. Konsekwensi logisnya, umat Islam harus memelajari, menelaah, dan mengtadabburi Al-Qur’an sehingga ia menjadi Sumber Ilmu Pengetahuan.
2. Individu yang cerdas tidak identik dengan sarjana. Individu cerdas adalah yang menjadikan Al-Qur’an sebagai silabi dan kurikulum pendidikan – formal, nonformal, informal – untuk kemudian diamalkan dalam perilaku sehari-hari.
Marilah mulai hari ini, anda, saya, kita semua, dalam menjalankan tugas sehari-hari, di rumah, masyarakat, bangsa, negara, dan antarabangsa, menjadikan Al-Qur’an sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan. Dampak positifnya, kita dapat menyabet medal taqwa pada 1 Syawal nanti. In syaa Allah !!!. (Depok, 16 Maret 2025).
Posted in SOSBUD
GETAR BABEL.COM, BANGKA — Kepala Lingkungan (Kaling) Nangnung, Edo Meirdianno…
GETARBABEL.COM, BANGKA- Kejuaraan Catur tingkat Provinsi Babel tahun 2024 yang…
GETARBABEL.COM, BANGKA — Tim Kelambit Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Sat…
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan…
GETARBABEL.COM, BANGKA — Sejumlah ASN…
GETARBABEL.COM, BANGKA — Sungguh miris…
GETARBABEL.COM, BANGKA- Kawasan hutan seluas…