Inilah Kendala Seleksi Calon Direktur Perumda Agro Alam Lestari Belum Dapat Diproses
By beritage |
GETARBABEL COM, BANGKA- Tim seleksi penerimaan calon direktur Perumda Agro…
Thursday, 3 April 2025
JAKARTA–Pemerintah mulai melakukan pendistribusia bantuan pangan beras tahap-2 kepada 21,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 38 provinsi. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi, melalui keterangannya, Rabu, (3/5/2023), di Jakarta, yang dilansir dari portal berita badanpangan.go.id.
Bantuan beras tahap ke-2 ini menurut Arief telah mulai didistribusikan pada 2 Mei 2023, menyusul hampir rampungnya pendistribusian tahap pertama. “Kita tidak ingin ada jeda antara pendistribusian tahap 1 dan 2, mengingat beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang dikonsumsi setiap hari, sehingga saat pendistribusian tahap 1 hampir rampung paralel langsung kita lanjut tahap 2. Tentunya banyak KPM yang sudah menunggu realisasi bantuan tahap ke-2 ini,” ujarnya.
Hari pertama distribusi bantuan beras tahap 2, Perum Bulog telah menyalurkan sebanyak 1.680 ton beras, jumlah tersebut setara bantuan bagi 168 ribu KPM. Realisasi pendistribusian tertinggi di provinsi Maluku sebanyak 878 ton atau 68 persen dari total alokasi bantuan di provinsi Maluku sebanyak total 1.285 ton.
Arief mengatakan, sama seperti bantuan beras tahap pertama, bantuan tahap ke-2 ini juga akan disalurkan kepada 21,3 juta KMP di 38 provinsi dengan mengoptimalkan stok beras Bulog di 26 Kantor Wilayah se-Indonesia. Pendistribusian juga tetap menggandeng 3 perusahaan ekspedisi besar, yaitu PT Pos Indonesia (Persero), PT Jasa Prima Logistik (JPL), dan PT DNR sehingga bisa dipantau dan dipastikan posisi pendistribusian per-item-nya.
“Dalam pendistribusian bantuan tahap 2 ini tidak ada spesifikasi yang dikurangi, kualitas beras tetap terjaga baik, beras yang kita salurkan ini adalah beras baru. Untuk pelayanan kita terus lakukan perbaikan agar lebih cepat dan mudah. Pendistribusian tetap dilakukan by name by address sesuai data KPM dari Kemensos. Kualitas produk, akurasi dan kecepatan menjadi prioritas,” ungkapnya.
Gerak cepat pendistribusian bantuan beras ini, tutur Arief, juga sebagai upaya pengendalian inflasi setelah Idulfitri. Pasalnya, beras menjadi salah satu komoditas pangan yang memberikan andil pada inflasi. Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang meminta agar bantuan pangan ini disalurkan dengan baik guna membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Selain itu, bantuan pangan ini juga diharapkan dapat membantu mengendalikan harga beras di pasaran.
“Saat ini kita optimalkan dua instrumen untuk mengamankan harga beras di tingkat konsumen, yaitu penyaluran bantuan pangan beras bagi 21,3 juta KPM dan pelaksanaan operasi pasar atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan mendistribusikan beras SPHP Bulog ke pasar tradisional dan ritel modern. Untuk menjaga harga beras di tingkat petani kita juga terus dorong Bulog untuk tingkatkan penyerapan dalam negeri di musim panen ini sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP),” jelasnya. (G-01/foto:repro)
Posted in Ekonomi
GETARBABEL COM, BANGKA- Tim seleksi penerimaan calon direktur Perumda Agro…
GETARBABEL.COM, BANGKA – Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi…
GETARBABEL.COM, BANGKA BARAT — Polsek Tempilang jajaran Polres Bangka Barat…
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan…
GETARBABEL.COM, BANGKA — Sejumlah ASN…
GETARBABEL.COM, BANGKA — Sungguh miris…
GETARBABEL.COM, BANGKA- Kawasan hutan seluas…