Camat Bakam Pimpin HNSI Bangka
By beritage |
GETARBABEL.COM, BANGKA — Setelah melalui proses demokrasi akhirnya Ridwan Plt…
Sunday, 14 December 2025
GETARBABEL.COM, BANGKA BARAT– Harga eceran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite diwilayah Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat, melambung tinggi. Harga jenis Pertalite dijual oleh pihak SPBU tetap Rp 10 ribu per liter, sedangkan harga eceran dijual oleh warga selaku pengecer Pom Mini atau warung warung toko rata rata dijual tembus Rp 13 ribu per liter.
Kondisi diatas membuat warga, terutama kelas menengah kebawah menjerit, bahkan mulai menghambat aktivitas keseharian mereka ketika sulitnya membeli BBM harga standar bersubsidi.
Disamping harga melambung tinggi, stok BBM Pertalite juga terbatas, hampir semua Pom Mini tutup lantaran sulitnya memperoleh pasokan BBM dari SPBU setempat.
Mulai dari pedagang, petani, nelayan, pelajar hingga warga berprofesi lainnya ikut terdampak dan merasa keberatan atas mahalnya harga BBM dijual secara eceran, sedangkan BBM yang dijual oleh SPBU setempat dengan harga normal Rp 10 ribu per liter, justru sulit didapatkan oleh warga yang ingin menjalankan aktifitas sehari hari.
Kuat dugaan, sebagian besar pasokan BBM jenis Pertalite dijual oleh SPBU kepada pengerit, lalu dijual kembali oleh pengerit kepada pemilik kapal speed yang secara khusus melayani aktivitas para penambang timah TI Rajuk diwilayah perairan laut Tempilang.
Berdasarkan keterangan dari sejumlah warga Kecamatan Tempilang berhasil ditemui media getarbabel.com Selasa(11/11/2025), bahwa jumlah kapal speed beroperasi di wilayah Kecamatan Tempilang diprediksi mencapai diatas 400 unit dan semua kapal speed tersebut diduga menggunakan BBM jenis Pertalite bersubsidi.
“Kami menduga pasokan BBM bersubsidi jenis Pertalite ke SPBU beroperasi di Kecamatan Tempilang, disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk suplay bahan bakar kapal speed beroperasi melayani penambang TI rajuk dilaut Tempilang,” tutur salah satu warga berhasil ditemui awak media, namun meminta namanya tak usah ditulis.
Warga tersebut menduga, proses antrian pembelian BBM jenis Pertalite di SPBU Tempilang terbagi dua jalur yakni ada jalur umum dan ada jalur khusus pengerit.
Masih menurut dia, jalur khusus disediakan bagi pengerit ini tidak gratis karena disetiap pembelian per satu liter BBM bersubsidi jenis Pertalite, kuat dugaan ada setoran dengan nominal tertentu kepada sejumlah oknum tertentu.
,”harga jual oleh pengerit ke pemilik kapal speed kisaran Rp 13 ribu per liter, sedangkan mereka beli di SPBU tetap harga normal Rp 10 ribu per liter. hanya saja, para pengerit ini sepertinya ada menyisihkan setoran tiap per liter dari BBM yg didapat kepada pihak atau oknum tertentu,”bebernya tanpa menyebutkan siapa nama oknum dimaksud.
Demi memperoleh berita atau informasi berimbang, wartawan Media getarbabel.com berupaya minta konfirmasi kepada Supervisor SPBU Tempilang Santoso, melalui pesan WhatsApp Rabu(12/11/2025) pukul 07.15 WIB, akan tetapi sampai berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban atas konfirmasi tersebut, meski pesan WhatsApp terkonfirmasi centang dua(SF)
Posted in Ekonomi
GETARBABEL.COM, BANGKA — Setelah melalui proses demokrasi akhirnya Ridwan Plt…
PANGKALPINANG- Berjumlah sekitar 40 orang pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit…
Oleh: Maman Supriatman || Alumni HMI Esai sebelumnya mengungkap akar…
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan…
GETARBABEL.COM, BANGKA — Sejumlah ASN…
GETARBABEL.COM, BANGKA — Sungguh miris…
GETARBABEL.COM, BANGKA- Kawasan hutan seluas…